Kenali Jenis Anestesi Dan Efek Samping Yang Timbul

Anestesi adalah tindakan medis pra-operasi yang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin ditimbulkan selama prosedur dengan cara menghambat sinyal indera perasa menuju otak yang membuat seseorang waspada/bangun atau merasakan sesuatu. Istilah anestesi pertama kali digunakan oleh Oliver Wendel Holmes Sr (1846). Tidur yang diinduksi anestesi tidak sama dengan tidur biasa. Tetapi bentuk ketidaksadaran sementara yang secara hati – hati dikendalikan dokter anestesi bukan termasuk efek anestesi yang diberikan. Setiap jenis operasi membutuhkan pengelolaan jumlah yang tepat dari anestesi.

Cara kerja pemberian anestesi adalah dengan memblok sinyal saraf dari rasa sakit yang akan Anda rasakan selama operasi atau tindakan medis lainnya yang berlangsung. Anestesi dapat diberikan dengan beberapa cara, yakni sebagai salep atau semprotan, suntikan, serta pemberian gas yang harus dihirup oleh pasien.

Kadang-kadang, setelah operasi pasien merasa sakit kepala karena kekurangan cairan. Hal yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi ini yaitu pasien dianjurkan minum banyak cairan.

Mengenai frekuensi operasi caesar itu sendiri, selama ini belum ada kesepakatan berapa kali yang diperbolehkan. Hal ini tergantung pada keadaan sang ibu itu sendiri. Namun, dokter biasanya menyarankan dua kali saja.

Begitu pula usia untuk melahirkan caesar tidak dibatasi. Hanya saja untuk kehamilan mengingat kondisi ibu hamil dan hubungannya dengan kesehatan pertumbuhan janin. Biasanya kehamilan dianjurkan terjadi pada usia di bawah 40 tahun.

Jenis anestesi ada 2 macam yaitu :

  • Anestesi Umum, jenis anestesi yang membuat pasien tidak sadar.
  • Anestesi Lokal, anestesi ini hanya membuat mati rasa bagian tubuh yang akan diambil tindakan.

Efek samping obat anestesi dapat mulai muncul saat efek bius hilang. Terdapat banyak faktor yang bisa memicu peningkatan risiko seseorang mengalami efek samping dan dampak dari anestesi, seperti tingkat kesehatan dan kebugaran, serta pola makan dan gaya hidup. Risiko efek samping yang ditimbulkan juga bisa berbeda satu sama lain, tergantung dari jenis obat anestesi yang diterima pasien.

Efek Anestesi yang peru diketahui…….

Pada umumnya, anestesi tidak akan memberikan efek samping pada seseorang yang memang bertubuh sehat. Hanya saja pada sebagian orang, efek samping tersebut bisa muncul. Pada anestesi umum, beberapa efek samping yang terjadi misalnya muntah, pneumonia, serta radang tenggorokan. Tidak hanya itu, anestesi lokal dengan dosis yang tinggi dapat memengaruhi kinerja otak dan jantung Anda. Adapun efek samping sakit kepala bisa Anda rasakan setelah mendapatkan anestesi regional spinal.

Efek anestesi bergantung pada jenis anestesi yang didapatkan. Kesehatan, usia, serta bagaimana respons tubuh terhadap obat tersebut. Salah satu masalah kesehatan seperti penyakit jantung, biasanya akan menambah efek samping dari pemberian anestesi tersebut. Tidak hanya itu, mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu, merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, serta penggunaan obat-obatan terlarang juga bisa menambah risiko efek samping dari pemberian anestesi.

Terdapat beberapa efek anestesi umum yang dapat timbul antara lain:

  • Reaksi alergi terhadap obat anestetik
  • Rasa mual dan muntah-muntah
  • Kerusakan gigi
  • Penurunan suhu tubuh hingga hipotermia
  • Sakit kepala
  • Nyeri punggung
  • Kegagalan fungsi sistem pernapasan
  • Tersadar ditengah-tengah proses operasi

Biasanya sebelum pemberian anestesi, dokter atau perawat akan memberikan pemberitahuan terkait hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan semalam sebelum tindakan operasi berlangsung. Misalnya saja, tahu kapan harus berhenti untuk makan dan minum, berusaha untuk tetap tenang dan jangan gugup menanti operasi berlangsung (karena sebagian orang mengalami hal tersebut), serta mencari teman atau saudara untuk mendampingi Anda selama dan setelah operasi (Anda tidak dianjurkan untuk mengendarai kendaraan setelah menerima anestesi). Jika Anda akan melakukan sebuah operasi, baik besar maupun kecil, tidak ada salahnya untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter. Terkait jenis anestesi yang akan diberikan dan juga efek sampingnya.

selengkapnya…..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *