Kembung Setelah Operasi Caesar, Inilah yang Menjadi Penyebabnya!!

Kembung Setelah Operasi Caesar

kembung setelah operasi caesar
kembung setelah operasi caesar

Kembung setelah operasi caesar – Merasakan hal-hal yang baru setelah melahirkan caesar merupakan suatu resiko yang akan dirasakan oleh ibu yang memilih persalinan melalui operasi caesar. Kembung setelah operasi caesar mungkin akan Anda rasakan, namun perut kembung disertai salah satu gejala nyeri perut, demam, mual, muntah, dan perut tegang. Maka Anda perlu waspada dan segera periksakan ke dokter kandungan Anda. Berikut penjelasan mengenai perut kembung setelah operasi caesar.

Kembung setelah operasi caesar berakhir dalam 24 jam Setelah Persalinan

Penyembuhan yang diperlukan setelah operasi di daerah perut juga bergantung pada prosedur, pemenuhan nutrisi, dan faktor psikologis setiap individu. Jangka waktu berbulan bulan seharusnya luka operasi baik di kulit maupun di dalam sudah sembuh dan tidak ada pantangan makanan. Minumlah air putih sebanyak kurang lebih 2 liter perhari. Keluhan umum setelah melahirkan, terutama operasi sesar adalah ketidak nyamanan sakit gas. Banyak wanita yang merasa kembung dengan rasa sakit tajam yang terkadang memancar ke arah tulang selangka dan bahu. Berikut ini beberapa kiat yang bermanfat :

Dirumah sakit mendorong ibu yang telah operasi caesar untuk membuatnya mudah untuk 12 jam pertama. Umumnya diet cairan (jangan menggunakan sedotan ketika minum), hal tersebut dapat menyebabkan udara yang tidak perlu masuk ke perut dan meningkatkan kembung/gas. Ketika anda mulai makan, mulailah denga makanan yang mudah dicerna. Setelah 12 jam lebih, ibu didorong untuk berjalan di lantai rumah sakit. Sebelum pergi berjalan-jalan akan direkomendasikan mencoba beberapa latihan pernapasan di tempat tidur. Ambil napas lambat beberapa kali, hirup dan buang napas melalui hidung. Bila sudah siap, yakinkan diri untuk bangkit dan berjalan. Meningkatkan gerakan Anda akan membantu merangsang usus dan semoga lebih baik bergerak bersama. Jalan kaki juga akan membantu meringankan setiap gas yang terperangkap di perut.

Rekomendasi lain adalah tetap terhidrasi dan sering buang air kecil. Jika Anda tidak lagi memiliki kateter Foley di tempat, bangun untuk menggunakan kamar mandi mendapat titik untuk ambulasi. Tetapi juga mengosongkan kandung kemih Anda memungkinkan untuk lebih banyak ruang di daerah panggul. Ini berarti uterus dapat berkontraksi seperti yang diharapkan dengan sedikit tekanan dan rasa sakit.

Perut kembung setelah operasi caesar tidak berbahaya, akan tetapi jika perut kembung terjadi dengan gejala-gejala lain, maka Anda perlu memeriksakannya ke dokter. Yang perlu Anda ketahui bahwa perut kembung setelah melakukan operasi harusnya sudah dapat sembuh dalam waktu 24 jam setelah operasi. Masa penyembuhan luka operasi sesar adalah sekitar 3-6 bulan. Dan selama dalam kurun waktu tersebut, Anda tidak boleh ikut mengangkat barang sebab perut akan mengalami tekanan dan luka operasi menajdi terbuka.

Penyebab dan Cara Mengurangi Rasa Kembung Setelah Operasi Caesar

Gangguan pada perut adalah keluhan umum yang terjadi pada wanita setelah melahirkan. Banyak yang menyangka bahwa nyeri perut akan berhenti dengan sendirinya setelah melahirkan. Namun rasa sakit memiliki kemungkinan untuk berlanjut, setidaknya hingga beberapa hari setelah melahirkan bahkan kadang lebih lama.

Dalam kebanyakan kasus, nyeri perut merupakan respon normal yang terjadi setelah melahirkan, karena rahim yang menyusut kembali ke ukuran aslinya. Namun dalam beberapa kasus, nyeri perut setelah melahirkan bisa menjadi kondisi yang serius dan membahayakan. Ketidaknyamanan pada perut ini biasanya lebih intens selama menyusui, yang diakibatkan oleh stimulasi payudara yang memicu pelepasan hormon oksitosin.

Menurut American Congress of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG), cukup banyak wanita yang mengalami gangguan perut setelah melahirkan karena efek samping dari operasi. Sayatan memang menimbulkan rasa sakit pada awalnya, tetapi akan lebih mudah dikelola setelah beberapa hari (biasanya dengan bantuan obat penghilang rasa sakit). Wanita yang melahirkan secara caesar juga bisa mengalami nyeri perut.

baca juga : Infeksi Jahitan Caesar? Beginilah Gejala dan Cara Mengatasinya

Salah satunya yang membuat nyeri adalah kembung, kembung biasanya terjadi pada hari kedua atau ketiga setelah persalinan dan akan terasa lebih baik setelah persalinan dan akan terasa lebih baik setelah Anda bisa buang Angin. Namun akan sangat berbahaya apabila perut kembung tersebut disertai dengan gejala-gejala lain. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan perut kembung setelah operasi caesar :

  • Udara masuk saat Anda makan dan minum
  • Penyakit asam lambug yang diderita
  • Kesalahan mengonsumsi makanan dan minuman tertentu
  • Mengonsumsi obat-obatan atau suplemen
  • Terlalu gemuk serta mengalami stres dan cemas

Tak perlu khawatir, perut kembung setelah operasi caesar adalah salah satu fase penyembuhan yang harus Anda lewati setelah melakukan operasi. Akan tetapi, jika perut kembung setelah operasi caesar yang Anda rasakan sudah terlalu parah atau berhari-hari. Maka segeralah periksakan ke dokter kandungan Anda.

Hal – hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi rasa kembung setelah operasi caesar :

  • Bangkitlah dari tempat tidur dan berjalan-jalanlah dalam jarak pendek sesring mungkin, segera setelah Anda merasa sanggup
  • Sering – seringlah mengubah posisi saat beristirahat
  • Goyangkan badan dengan lembut ke depan dan ke belakang saat sedang duduk di kursi
  • Tunggulah selama mungkin sebelum Anda kembali memakan makanan padat
  • Mulailah dengan santapan ringan yang mudah dicerna, misalnya roti, yogurt, dan sup.
  • Kurangi makanan berlemak dan digoreng sebab akanan ini tidak sehat untuk Anda apalagi setelah operasi caesar
  • Perbanyak konsumsi air mineral setiap hari untuk memperlancar alat pencernaan Anda
  • Kurangi konsumsi makanan yang memiliki kandungan serat tinggi

baca juga : Tips dan Penyebab Sakit Pinggang Setelah Melahirkan Caesar

Kembung setelah operasi caesar bisa terasa pada lambung, mungkin nyeri lambung selama ini banyak diperkirakan orang karena stres, bisa jadi dialami juga oleh para ibu yang merasa lelah setelah melahirkan dan mengurus bayinya. Jika gejalanya hanya kembung dan sembuh dalam beberapa jam, mungkin memang hanya karena gangguan meningkatnya asam lambung yang ringan. Sekalipun begitu, sakit lambung yang terus-menerus perlu diperhatikan dengan serius, karena mungkin saja terjadi akibat luka di dinding lambung yang kemudian memproduksi bakteri. Luka ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Antara lain, karena obat, atau karena asam lambung yang terlalu banyak sehingga merusak dinding lambung.

Beberapa jenis obat memang ada yang merangsang terjadinya luka di dinding lambung, sehingga jika Anda ke dokter dengan keluhan sakit lambung, sebaiknya juga menyampaikan obat apa saja yang Anda minum sehari-hari. Jika sakit tersebut disebabkan oleh obat-obatan yang bisa menggerus dinding lambung, maka dokter biasanya akan menghentikan pemakaian obat tersebut, selain obat-obatan yang menurunkan asam lambung. Jika penyebabnya adalah bakteri, maka dokter akan memberikan obat antibiotika kombinasi untuk menyembuhkan. Untuk sementara, Anda sendiri sebaiknya mencegah makanan-makanan yang bisa merangsang lambung, seperti yang pedas, berbumbu, dan yang asam.

kembung setelah operasi caesar
kembung setelah operasi caesar

Makanan Apa yang Dapat Menghilangkan Rasa Kembung Setelah Operasi Caesar?

Tak hanya dengan cara diatas, untuk mengatasi kembung setelah operasi caesar juga bisa dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan. Mengatasi kembung salah satunya dengan kentut atau buang angin, berikut makanan yang membuat agar Anda buang angin dan tidak terjadi kembung setelah operasi caesar :

1. Sayuran yang memiliki kandungan gas Tinggi

Sayuran yang mengandung gas tinggi dapat merangsang kita untuk buuang angin dan mencegah kembung setelah operasi caesar. Kandungan gula pada beberapa sayuran dapat menghasilkan gas di usus saat sedang dicerna. Sayuran jenis ini adalah bawang yang mengandung fruktosa, serta asparagus, brokoli, kembang kol, dan kol yang mengandung gula rafinosa, sejenis karbohidrat kompleks. Sayuran yang mengandung serat larut, seperti kacang polong, juga dapat merangsang buang angin. Sayuran lain yang mengandung gas adalah lobak, sawi, nangka muda, dan sayuran mentah.

2. Buah-Buahan yang mengandung sorbitol

Beberapa buah-buahan mengandung gula yang disebut sorbitol. Gula ini dapat menyebabkan produksi gas berlebih, contohnya terdapat pada apel, pir, dan persik. Selain pada buah, sorbitol juga dapat ditemukan pada permen dan permen karet sebagai pemanis, sehingga permen dan permen karet juga dapat menghasilkan gas dalam sistem pencernaan. Selain buah-buahan di atas, buah-buahan lain yang mengandung gas tinggi antara lain durian, nangka, nanas, dan cempedak.

3. Makan makanan yang mengandung pati

Makanan berpati mengandung karbohidrat tinggi yang dapat menyebabkan saluran pencernaan memproduksi gas ketika pati tersebut dipecah menjadi energi. Makanan yang mengandung pati tinggi, adalah roti, sereal, dan pasta.

baca juga : Cara Diet Pasca Melahirkan Caesar Yang Benar dan Aman

4. Makan gandum utuh

Gandum utuh, seperti oat, juga dapat menghasilkan produksi gas berlebih dalam saluran pencernaan. Hal ini karena oat mengandung pati, gula rafinosa, dan juga serat larut yang tinggi.

5. Kacang merah

Kacang merah juga membuat saluran cerna memproduksi gas berlebih. Hal ini karena kacang merah juga mengandung gula rafinosa yang tinggi dan serat larut yang membuat saluran cerna menghasilkan gas dalam usus.

6. Soda

Soda dan minuman yang mengandung soda juga dapat merangsang buang angin. Karbonasi dalam soda dan minuman bersoda adalah udara sehingga menghasilkan gas berlebih dalam sistem pencernaan. Fruktosa, gula yang digunakan sebagai pemanis pada sejumlah minuman bersoda, juga dapat menghasilkan gas karena sulit untuk dicerna.

7. Produk susu

Susu dan produk susu mengandung gula laktosa. Laktosa termasuk yang sulit dicerna dalam saluran pencernaan jika tubuh tidak mempunyai enzim laktase yang cukup untuk mencerna laktosa. Produk susu seperti keju dan es krim juga mengandung laktosa yang dapat menyebabkan produksi gas dalam tubuh. Penderita intoleransi laktosa sebaiknya menghindari makanan ini untuk mencegah produksi gas berlebih dalam saluran cerna.

baca juga : Obat Herbal Untuk Penyembuhan Pasca Operasi Caesar, Apakah Itu???

Itulah yang dapat saya sampaikan mengenai rasa kembung pada perut setelah operasi caesar. Semoga informasi tersebut dapat Anda gunakan dan membantu memulihkan rasa nyeri pada bagian perut.

*** Semoga Bermanfaat ***

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *